![]() |
| Ilustrasi |
Media sosial telah memberi banyak pengaruh dan manfaat kepada masyarakat.
Beberapa platform media sosial juga menjadi tempat terbaik bagi masyarakat mempromosikan dagangannya. Semisalnya Instagram dan Facebook.
Namun, sebaik apapun paltform media sosial, hal itu akan menjadi buruk karena ulah para pengguna.
Hal itu terjadi di aplikasi Bigo Live.
Dari edaran yang dipublikasikan Kementerian Komunikasi dan Informasi di Twitter, Senin (11/3/2019), tercatat bahwa Bigo Live telah menghapus 200.000 konten negatif selama tahun 2018.
"Hasil pantauan dan pengawasan Subdit Pengendalian Konten Internet Ditjen Aptika ke kantor perwakilan Bigo Live Indonesia pada Rabu (6/3), terdapat 200.000 konten negatif yang telah diblokir oleh Bigo selama tahun 2018," tulis edaran tersebut.
Konten negatif? Kelaut aja 😎— Kementerian Kominfo (@kemkominfo) March 11, 2019
Cek link berikut ya utk baca lengkapnya: https://t.co/lh8CoHfcUw pic.twitter.com/UbX6Igkl1U
Menurut Kemenkominfo, konten yang diblokir tersebut memuat konten streaming yang menampilkan pakaian tidak senonoh, tarian tidak senonoh, serta pembicaraan yang tidak senonoh.
Adapun pemblokiran diklasifikasikan dengan pemblokiran device atau bonned permanent.
Pemblikiran kedua adalah non device atau pemblokiran berjangka waktu.
